Hosting Unlimited Indonesia

Saturday, December 28, 2019

Bisa Jadi Penghuni Kost Abadi


Setelah dimuat di halaman Insight Haidiva.com, saya muat kembali di blogg sendiri..:)
  
 Bisa Jadi Penghuni Kost Abadi


Apa yang diimpikan ketika memasuki bangku kuliah hingga setelah menjadi sarjana? Karier? Mengejar karier? Apa  yang dibayangkan ketika mengejar karier? Akan selalu ada pikiran jalan keluar yang mudah dan cepat untuk mendapatkan kerja. Di mana? Ibu kota? Ya, ibu kota.

Begitu pikiranku setelah lulus di bangku perkuliahan. Hingga dua bulan setelah wisuda, alhamdulillah, aku telah diterima di perusahaan di Jakarta. Walau  cuma perusahaan anak cabang, tapi tidak apa-apa, aku coba jalani, untuk awal meniti karir.

Lalu berangkatlah pagi itu naik Kereta Rel Listrik (KRL) dari Ciawi Bogor ke Jakarta, mencari kosan yang harganya sesuai dengan bayaran gaji yang aku terima. Masuk sebuah gang yang berada di seberang kantorku, dan akhirnya dapat yang sesuai. Hari itu pula, aku langsung kembali ke Bogor, dan bersiap packing untuk pindah kosan karena awal bulan sebentar lagi.

Hari pertamaku di kosan baru, kali ini aku berada di jantung ibu kota, Jakarta Pusat. Tidak begitu mengerti apa yang ada di sekitarku. Hari pertama bincang-bincang dengan penghuni kos lama diawali dengan salam perkenalan.

‘’Hi…anak kosan baru ya?”

“Nama kamu siapa?, kerja di mana..?’’

“Ini Jakarta Pusat ya, Monas kan tinggal jalan kaki dari sini,”saut penghuni kos kamar sebelah.

“Bundaran HI tinggal jalan dikit,‘’

“Oo…” dalam benakku.

Mereka penghuni kos lama, sama sepertiku bekerja di perusahaan ibu kota. Pengalaman mereka lebih dariku, bahkan ada penghuni senior yang sudah 20 tahun kos di sini.

“Apakah mereka tidak menikah?” gumamku.

Suasana pagi hari, hampir sama seperti kos sebelumnya, lalu aku pergi ke kantor hari pertama kos nih ceritanya. Ada Kepala, head officer, dan staff lainnya seperti satpam, office boy. Aku memperkenalkan diri kepada mereka. Setelah aku diantar ke meja kerjaku oleh kepala, aku buka komputerku memerhatikan mereka berbincang-bincang. Aku yang berasal dari daerah merasa agak kaget dengan candaan mereka, logat bicara nyolot-nyolot. Gak papalah dalam hatiku namanya juga Jakarta.

Pagi hari ke dua, aku coba pergi keluar kos untuk mencari sarapan. Anehnya tidak ada yang keluar untuk cari sarapan. Oh, mungkin mereka karena sudah lama kos di sini, jadi sudah bosan dengan jajanan di sini.

Hingga Aku pergi ke kantor, selalu saja ada candaan hangat dari office boy, satpam dan staff termasuk aku karyawan baru, hehe.

Pagi hari aku bangun pukul 04: 30, setelah adzan subuh, lalu aku mandi dan siap-siap untuk pergi ke kanto. Aku duduk di lantai 3. Aku buka komputer. Tak  lama kemudian telepon di sebelahku berbunyi. Aku angkat ternyata head officer di lantai bawah telepon memintaku untuk turun ke bawah. Ditunjukannya ruang dokumen dan menjelaskan tentang pekerjaan dan tugasku.

Pukul 17.00, aku matikan komputer. Melihat staff yang lain masih ada yang masih diam duduk di tempat kerjanya, karna aku masih Karyawan baru masih diperbolehkan pulang cepat mungkin.

Seminggu sudah berlalu aku berada di ibu kota. Masih berasa ngelanconglah di Jakarta. Hingga 2 minggu, aku jalani keseharian yang sama. Berangkat pagi pulang sore, sudah berasa lumayan ada rasa- rasa lelah pulang kerja. Salah satu untuk menghilangkan rasa penatku adalah sering berbincang- bincang dengan penghuni kamar lainnya.

Setiap hari aku jalani seperti itu setiap pulang. Aku berkumpul bersama teman-teman yang lainnya hingga waktu malam.

Sebelum tidur, setelah aku berkumpul berbincang-bincang dengan yang lainnya. sering Aku berpikir “mereka menjalani keseharian seperti ini sudah 10 tahun lebih di Jakarta??

 

Thursday, December 19, 2019

Dengan Mengingat Sejarah Umrah,, Menjadi Rindu Ingin Ke Baitullah...."




Mengingat Sejarah Umroh

Secara bahasa, umroh berarti berziarah atau berkunjung.

Secara syar`i, umroh adalah berziarah ke Baitullah/Mekkah dengan niat ihram, melaksanakan thawaf mengelilingi Ka’bah, Sa’i di antara Shafa dan Marwah serta mencukur rambut kepala.

Sejarah umroh tidak dapat dilepaskan dari asal muasal Nabi Muhammad melakukan ibadah haji untuk kali pertama. Pada tahun 6 Hijriyah Nabi Muhammad SAW melakukan ibadah haji bersama 1500 sahabatnya ke Makkah. Mereka berangkat mengenakan pakaian ihram (kain putih tanpa jahitan) dan membawa unta sebagai hewan Qurban. Namun perjalanan ibadah yang kali pertama ini tidak berhasil karena Nabi dan para sahabat dihadang oleh kaum Qurays di Hudaibiyah. Di tempat inilah kemudian Nabi dan kaum Quraysi melakukan perundingan Hudaibiyah.
Salah satu isi perjanjian Hudaibiyah sangat merugikan umat muslim yaitu kaum muslimin dilarang melakukan ibadah haji pada tahun itu dan bisa kembali tahun depan untuk melaksanakan ibadah haji dengan syarat tidak lebih dari 3 hari.

Karena perjanjian inilah kemudian Nabi Muhammad SAW beserta rombongan menunda perjalanan hajinya. Walaupun mendapat banyak protes dari para sahabat. Nabi berpendapat lain dan menyetujui perjanjian Hudaibiyah tersebut.
Pada tahun berikutnya, tepatnya pada tahun 7 Hijriyah untuk pertama kalinya Nabi Muhammad SAW bersama 2000 orang dalam rombongannya melakukan umroh ke Baitullah. Nabi Muhammad SAW beserta rombongan para sahabat memasuki Ka`bah dan langsung melakukan thawaf,. Setelah melakukan thawaf 7 kali putaran mengelilingi Ka`bah, Rasulullah melakukan shalat di makam Nabi Ibrahim As dan minum air zam-zam. Kemudian melakukan sa`i atau lari-lari kecil dari Shafa ke Marwah dan terakhir Nabi melakukan tahallul atau mencukur sebagian rambut.
Hingga kini, aktivitas Nabi Muhammad SAW saat pertama kali melakukan ibadah umroh menjadi rukun umroh yang berlaku bagi seluruh umat Islam.  Ihram berniat untuk melakukan umroh, melakukan thawaf dan sa`i.
Adapun hal yang wajib dilakukan saat umroh adalah melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat dan bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut.
Sedangkan perbedaan umroh dengan ibadah haji adalah, umroh dapat dilakukan di sembarang waktu atau bulan dalam setahun tersebut sedangkan ibadah haji hanya dilakukan pada waktu tertentu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah. Ibadah umroh mirip dengan ibadah haji karena itu ibadah umroh sering disebut sebagai haji kecil.

Wednesday, December 18, 2019

Rumah, Smartphone & Internet adalah Lumbung Padiku


Pagi ini,, matahari bersinar cerah,, apa aktivitas yang kamu pilih ??,, jika tetangga di samping rumahku, bergegas untuk memanaskan air untuk mandi, menyiapkan sarapan, baju seragam untuk berangkat ke kantor. Untuk Aku yang memilih rumah sebagai tempat pencarian nafkahku, mungkin tidak se sibuk mereka, untuk menyiapkan sarapan mungkin sama, menyiapkan baju seragam??...gak perlu',, hehe, pakai dasteran aja sudah cukup.

Jika mereka yang pagi-pagi sudah bersiap-siap untuk ngantor karena tuntutan jam masuk kantor pukul 08.00 pagi, mungkin bagiku sepagi ini masih bisa untuk berleha-leha, ngopi, ngeteh dan sebagainya, bisa juga sembari menyalakan komputer, mengecek orderan ataupun blogging, atau edit2 video...atau apalah buka media sosial juga bisa kan,, karena ini kan di rumah sendiri,,,,

Rumah adalah lumbung padiku, apa kata mereka, yang mempunyai suami bekerja kantoran,,??

-''Seharian, berdua-duan aja di rumah'', "Gak kerja,,,", "Mereka Kerja apa ya,,??'', ''enak ya,, bisa mengurus anak bareng dirumah dengan suami'',,dll

Untukmu, yang memilih Rumah sebagai Lumbung padi adalah istilah sebagai tempat pencaria nafkah, apa yang bisa dilakukan

- menjadi freelencer

- menjadi penulis

- Blogger

- youtuber

- Bisnis Online

- Buka Usaha Dirumah, pasang Banner depan Rumah sesuai usaha yang kamu pilih

-Buka les belajar

- Buka Usaha Kuliner

- Dll. Usaha apa saja yang bisa dilakukan di Rumah.



Pilihan Rumah sebagai tempat pencarian nafkah, tentu bisa jadi alternatif untuk kalian yang jenuh menjadi karyawan, atau yang baru resign kerja.



--semoga bermanfaat---

Supplier Marmer Terlengkap, Ada Disini...

Marmer merupakan kebutuhan dasar untuk sebuah project sebuah bangunan berkualitas seperti Kantor, Hotel, Appartment atau Rumah Mewah. Sering...